Jumat, 19 Desember 2025

Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Rajab memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam. Di bulan ke-7 dalam penanggalan kalender Hijriah ini terdapat banyak peristiwa penting sehingga menjadikan bulan ini sebagai salah satu bulan yang dimuliakan.

Selain itu, di bulan Rajab memiliki banyak keutamaan yang dapat meningkatkan pahala. Jadi, sebagai umat Islam, sebaiknya memanfaatkan bulan Rajab untuk memaksimalkan ibadah.

Lantas apa saja keutamaan bulan Rajab yang menjadikannya istimewa? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Keutamaan Bulan Rajab

Rajab adalah salah satu bulan yang istimewa dalam Islam. Di bulan ini terdapat banyak keberkahan dan keutamaan sehingga dapat diisi dengan melakukan berbagai amal saleh.

Berikut adalah beberapa keutamaan bulan Rajab:

1. Bulan Asyhurul Hurum

Dalam Islam terdapat empat bulan yang mulia atau asyhurul hurum, salah satunya bulan Rajab. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 9 yang artinya:

Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS At-Taubah:36)

Disebut bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut terdapat larangan untuk berperang. Adapun bulan asyhurul hurum yaitu Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

2. Terjadinya Isra' Mi'raj

Isra’ Mi’raj adalah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan perjalanan ke langit. Pada Isra’ Mi’raj, Rasulullah menerima perintah salat lima waktu setelah diangkat ke langit.

Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab dan sering dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.

3. Terdapat Peristiwa Penting

Keutamaan bulan Rajab selanjutnya adalah sebagai bulan yang memiliki peristiwa penting dalam Islam. Selain peristiwa Isra’ Mi’raj, pada bulan Rajab terjadi sejumlah kejadian penting, yaitu:

  • Sayyidah Aminah binti Wahb mulai mengandung Nabi Muhammad.

  • Imam Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW, lahir pada tanggal 13 Rajab.

  • Perang Tabuk terjadi pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriah. Perang ini menunjukkan keteguhan dan ketabahan umat Muslim dalam menghadapi tantangan.

  • Wafatnya Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Nabi Muhammad.

  • Wafatnya Imam Syafi'i pada Rajab tahun 204 H dalam usia 54 tahun.

  • Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina, pada tanggal 27 Rajab 583 H.

4. Dilipatgandakan Pahala

Amalan dan rangkaian ibadah yang dilakukan saat bulan Rajab akan mendapatkan pahala yang berlipat. Hal ini sebagaimana penjelasan Imam al-Baghawi dalam kitab tafsirnya, yang memiliki arti:

Amal salih lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Zulqa'dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya.” (Imam al-Baghawi, Ma'alimut Tanzil fi Tafsiril Qur'an, [Beirut, Darul Ihya' at-Turats, cetakan keempat: 1417 H/1997 M], juz IV, halaman: 44).

Selain itu, dosa dan seluruh perbuatan maksiat yang kita lakukan juga akan mendapatkan balasan berlipat. Jadi, sebaiknya menjaga diri dari segala sesuatu yang dilarang Allah SWT.

5. Mustajab Saat Berdoa

Berdoa di bulan Rajab termasuk mustajab. Terutama pada saat malam satu Rajab, sebagaimana dijelaskan Imam Syafi'i dalam kitab al-Umm yang artinya:

"Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam hari raya Idul Adha, malam hari raya Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya'ban."

6. Bulan Sedekah

Rajab dikenal sebagai bulan sedekah. Bersedekah di bulan Rajab akan mendapatkan pahala dan dijauhkan dari api neraka.

Dalam suatu hadist, sebagaimana melansir dari NU Online, Rasulullah SAW menjanjikan sebuah istana di surga bagi yang bersedekah di bulan Rajab.

. عن عبد الله بن زبير رضى الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من فرج عن مؤمن كربة فى شهر رجب وهو شهر الله الأصم, أعطاه الله تعالى فى الفردوس قصرا مد بصره ألا فأكرموا رجب يكرمكم الله عزوجل بألف كرامة

Artinya: “Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara mu’min di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya. Karena itu, muliakanlah bulan Rajab, pasti Allah akan memuliakanmu dengan seribu kemuliaan.”

7. Haram untuk Berperang

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bulan Rajab termasuk asyhurul hurum. Bulan Hijriah yang masuk dalam bulan haram, terdapat larangan untuk berperang. Hal ini karena umat Islam di masa lalu, sangat menghormati bulan ini sehingga tidak boleh ada pertikaian.

Selain itu, Rajab juga mendapat julukan lain yaitu Al-Ashamm atau artinya "yang tuli", serta disebut juga bulan yang damai. Dalam hal ini pada bulan ini tidak terdapat suara senjata dan pasukan perang.

Rasulullah SAW mengumumkan larangan perang suci pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriah, kecuali untuk melindungi diri dari musuh. Pada momen ini, terjadi penyebaran Islam dengan cara damai.

Amalan Bulan Rajab

Mengingat banyaknya keistimewaan dan keutamaan bulan Rajab, sebaiknya kita mengisinya dengan ibadah dan berbagai amalan yang mendatangkan pahala.

Banyak umat Islam yang menjadikan bulan Rajab sebagai waktu untuk berlatih sebelum memasuki bulan Ramadan. Amalan tersebut meliputi berdoa, puasa, salat, sedekah, dan sebagainya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini daftar amalan dan ibadah yang dianjurkan dilakukan selama bulan Rajab:

Membaca Doa Bulan Rajab

Pada bulan Rajab, terdapat hari mustajabnya doa, yaitu di malam 1 Rajab. Pada sebuah hadits Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan HR Bukhari, memiliki amalan doa saat memasuki bulan Rajab, yaitu:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Arab Latin: Allaahumma baariklanaa fii rajabawa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana.

Artinya: "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan."

Selain di tanggal 1 Rajab, terdapat doa di hari Jumat terakhir bulan Rajab yang juga dapat Anda amalkan. Adapun doa jumat terakhir bulan Rajab, tepatnya saat khatib sedang di mimbar atau saat khutbah Jumat, adalah sebagai berikut:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Arab Latin: Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh.

Artinya: Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah. (35x)

Mengisi Hari dengan Salat

Pada bulan yang baik ini, Anda juga disarankan untuk memperbanyak salat sunnah. Salat yang umum dilakukan meliputi:

  • Rawatib sebagai pendamping salat fardhu

  • Tahajud

  • Syuruq

  • Dhuha

  • Hajat

  • Tasbih

  • Witir

Puasa Sunnah Rajab

Selama bulan Rajab Rasulullah SAW selalu mengamalkan puasa sunnah, sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, yang artinya:

Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman ibn Hakim al-Anshari berkata, aku bertanya kepada Sa’id ibn Jubair tentang puasa Rajab, padahal pada waktu itu di bulan Rajab, dia menjawab, aku pernah mendengar Ibn Abbas berkata, Rasulullah SAW berpuasa (Rajab) terus hingga kami berkata, beliau tidak berbuka, dan (pada waktu yang lain) beliau berbuka hingga kami berkata, nabi tidak puasa.” (HR. Muslim).

Puasa di bulan Rajab disunnahkan hari-hari utama, seperti puasa Senin dan Kamis, ayyamul bidh (tanggal 13, 14, dan 15), puasa Jumat, atau bisa juga melakukan puasa Daud (satu hari berpuasa dan satu hari tidak).

Jika Anda memiliki hutang puasa Ramadan, juga bisa melakukan qadha bersamaan dengan puasa sunnah Rajab. Namun, makruh hukumnya berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Rajab.

Berdzikir

Amalan di bulan Rajab berikutnya yaitu dengan memperbanyak dzikir. Amalan ini merupakan cara sederhana untuk mengingat Allah sekaligus untuk membuat hati lebih tentram.

Lafaz dzikir yang dapat dibaca adalah:

رب اغفرلى وارحمنى وتب علي

Artinya: “Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku.

Dzikir tersebut dibaca pada pagi dan sore sebanyak 70 kali.

Perbanyak Istighfar

Selama bulan Rajab, Anda juga dianjurkan untuk istigfar. Sebab, dengan beristighfar Allah SWT untuk mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja. O

Anda dapat mengamalkan bacaan istighfar bulan Rajab sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ وَأَعُوْذُبِكَ مِن شَرِّمَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي

فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Allaahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'alaa 'ahdika wawa'dika mastatha'tu, wa a'uudzubika min syarri maa shana'tu wa abu-u laka binikmatika 'alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa-innahuu laa yanghfirudz dzunuba illaa anta.

Artinya: Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku dalam genggaman Mu. Aku dalam perjanjian-Mu (beriman dan taat) kepada-Mu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosaku. Karena itu, aku memohon ampunan-Mu, dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali Engkau, ya Allah.

Merayakan Isra Miraj

Kehadiran Isra’ Mi’raj adalah salah satu keistimewaan dari bulan Rajab. Peristiwa ini terjadi pada Jumat pertama bulan Rajab dan titik awal diwajibkannya salat lima waktu.

Banyak umat Islam di seluruh dunia yang merayakan malam Isra’ Mi’raj sebagai malam penuh renungan.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata yang artinya: "Aku terus bolak-balik antara Rabb-ku dengan Musa Alaihissalam sehingga Rabb-ku mengatakan:

'Wahai Muhammad, sesungguhnya kewajiban salat itu lima kali dalam sehari semalam, setiap salat mendapat pahala sepuluh kali lipat, maka lima kali salat sama dengan lima puluh kali salat. Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan, lalu ia tidak melaksanakannya, maka dicatat untuknya satu kebaikan, dan jika ia melaksanakannya, maka dicatat untuknya sepuluh kebaikan. Barangsiapa berniat melakukan satu kejelekan namun ia tidak melaksanakannya, maka kejelekan tersebut tidak dicatat sama sekali, dan jika ia melakukannya maka hanya dicatat sebagai satu kejelekan.’”

Sedekah dan Zakat

Bulan Rajab juga dikenal sebagai bulan sedekah. Pada bulan ini Allah SWT memberikan anjuran kepada umat-Nya untuk bersedekah. Bersedekah di bulan Rajab mendatangkan pahala berlipat.

Hal ini sesuai dengan sejumlah hadis Rasulullah SAW, salah satunya dilansir NU Online yang artinya:

Barangsiapa bersedekah di bulan Rajab, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati karena tua. Menurut sebagian pendapat, umur burung gagak mencapai lima ratus tahun.”

Tak hanya bersedekah, Anda juga dianjurkan untuk menunaikan zakat mal atau zakat harta di bulan ini ketika sudah mencapai nishab dan haulnya.

Itulah informasi terkait bulan Rajab yang penting untuk diketahui beserta amalan yang disunnahkan. Pastikan kita selalu berbuat kebaikan agar bulan Rajab menjadi bulan ladang pahala.

Jalani ibadah di bulan Rajab semakin berkah dan mudah bersama Bank Mega Syariah.

Bank Mega Syariah menyediakan berbagai layanan yang memudahkan Anda untuk beribadah, mulai dari kemudahan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf di aplikasi M-Syariah

Selain berbagi, M-Syariah juga dilengkapi dengan fitur Berkah Islami untuk mengetahui jadwal salat, mencari arah kiblat, dan lokasi masjid terdekat.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya!



Minggu, 16 November 2025

Pembubaran dan Pembentukan Pengurus Baru BSKM Masjid Al Arafah Periode 2025–2027

Dalam rangka meningkatkan tata kelola organisasi dan memperkuat pelayanan sosial kepada jamaah, Badan Sosial Kematian Masjid (BSKM) Masjid Al Arafah resmi dibubarkan untuk masa kepengurusan sebelumnya dan dibentuk kembali pengurus baru untuk periode 2025–2027. Keputusan ini diambil melalui musyawarah internal yang berlangsung di lingkungan Masjid Al Arafah, dihadiri oleh tokoh masyarakat, jamaah, serta jajaran pengurus masjid.

Dalam forum tersebut, jamaah dan masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus BSKM periode sebelumnya atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian mereka dalam memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam kegiatan sosial dan pelayanan kematian. Pengurus lama dinilai telah meninggalkan jejak positif dan kontribusi besar bagi kemaslahatan jamaah.


Musyawarah kemudian menetapkan kepengurusan baru BSKM Masjid Al Arafah untuk periode 2025–2027. Bapak Alpizar Candra, SE resmi ditunjuk sebagai Koordinator Seksi BSKM Masjid Al Arafah. Penunjukan ini disambut hangat oleh jamaah, mengingat komitmen beliau dalam kegiatan sosial serta kedekatannya dengan masyarakat.

Pada periode baru ini, BSKM akan berada di bawah naungan kepengurusan Masjid Al Arafah, sehingga diharapkan mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan transparansi, serta menyelaraskan seluruh program dengan visi dan misi masjid.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi, laporan keuangan BSKM — termasuk catatan uang masuk dan keluar — kini telah diperbarui dan dapat diakses melalui website resmi Masjid Al Arafah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik dan memastikan setiap kegiatan BSKM berjalan secara transparan dan akuntabel.

Dengan terbentuknya pengurus baru, masyarakat berharap BSKM Masjid Al Arafah semakin maju dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah serta lingkungan sekitar.

Semoga pengurus baru diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah dan dapat melanjutkan kebaikan yang telah dirintis oleh pengurus sebelumnya.


Senin, 03 Februari 2025

Galeri Pembagian Doorprize Sempena Isra' Mi'raj 2025

Peringatan Isra Mi'raj, Masjid Al-Arafah Potong 2 Ekor Kambing, Dihadiri 300-an Jamaah dengan Ceramah Agama dan Pembagian Doorprize

Pada tanggal 26 Januari 2025, Masjid Al-Arafah mengadakan acara istimewa untuk memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini dihadiri oleh sekitar 300 jamaah setempat yang datang untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang penuh berkah, termasuk pemotongan dua ekor kambing, ceramah agama, dan pembagian doorprize.

Ceramah tersebut disambut antusias oleh para jamaah yang hadir. Banyak yang mengaku merasa semakin dekat dengan ajaran agama dan semakin mengerti pentingnya menjaga ibadah, terutama shalat, sebagai inti dari kehidupan seorang Muslim.

Selain itu, acara juga diwarnai dengan pembagian doorprize bagi para jamaah yang hadir. Berbagai hadiah menarik, seperti voucher belanja, alat ibadah, dan bingkisan menarik lainnya, diberikan secara acak kepada para peserta. Pembagian doorprize ini bertujuan untuk menambah semangat dan keceriaan di tengah kegiatan keagamaan.

Pengurus Masjid Al-Arafah menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir dan berpartisipasi dalam acara peringatan Isra Mi'raj ini. Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan meningkatkan semangat beribadah.

Dengan adanya kegiatan ini, Masjid Al-Arafah berharap dapat terus menyelenggarakan acara-acara keagamaan yang bermanfaat bagi umat, serta semakin mendekatkan masyarakat kepada Allah SWT. Selain itu, pengurus masjid juga berharap kegiatan seperti ini dapat memotivasi jamaah untuk lebih aktif dalam berbagai program sosial dan keagamaan yang dilaksanakan oleh masjid.

Peringatan Isra Mi'raj tahun 2025 ini pun diakhiri dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kebahagiaan bagi seluruh umat Islam, khususnya bagi jamaah yang hadir. Semoga peringatan ini membawa berkah bagi Masjid Al-Arafah dan seluruh masyarakat sekitar.

Bapak Alpizar Candra Wakafkan Tanah untuk Pembangunan Fasilitas di Masjid Al Arafah Jalan Taman Karya Ujung

Pada 26 Januari 2025 bersempena peringatan Isra' Mi'raj , warga lingkungan RW 10, Jalan Taman Karya Ujung, merayakan kabar menggembirakan dari Bapak Alpizar Candra, yang dengan ikhlas mewakafkan tanah untuk pengembangan fasilitas di Masjid Al Arafah. Langkah mulia ini disambut hangat oleh seluruh pengurus masjid dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi besar dalam memperbaiki fasilitas ibadah dan sosial di lingkungan tersebut.

Tanah yang diwakafkan ini akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas yang bermanfaat bagi umat, seperti ruang serbaguna, ruang untuk kegiatan keagamaan, Kamar mandi masjid ataupun fasilitas penunjang lainnya yang dibutuhkan jamaah Masjid Al Arafah. Dengan adanya tambahan lahan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas kegiatan ibadah serta kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan di masjid.

Pengurus Masjid Al Arafah mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas niat tulus yang ditunjukkan oleh Bapak Alpizar Candra. Dalam sambutannya, perwakilan pengurus masjid menyatakan bahwa wakaf yang diberikan akan digunakan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan umat. Dengan adanya tanah ini, pengurus masjid dapat memperluas ruang kegiatan, meningkatkan sarana ibadah, dan memberikan manfaat lebih banyak lagi kepada masyarakat setempat.

Bapak Alpizar Candra, yang merupakan Jamaah tetap masjid juga pernah dan juga seorang pengusaha juga pernah menjadi pengurus Masjid Al Arafah di periode sebelumnya menyampaikan bahwa keputusan untuk mewakafkan tanah ini adalah wujud dari niatnya untuk berbagi berkah dengan sesama. Ia berharap wakaf yang diberikan dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya, baik untuk dirinya maupun bagi umat Islam di lingkungan RW 10, khususnya jamaah Masjid Al Arafah.

Pembangunan fasilitas di masjid ini diharapkan dapat menjadi tempat yang lebih nyaman dan memadai untuk berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, kajian, dan kegiatan sosial lainnya. Selain itu, ruang serbaguna yang akan dibangun juga akan berguna untuk acara-acara komunitas yang melibatkan warga setempat, mempererat hubungan antarwarga, serta membangun solidaritas sosial yang lebih kuat.

Dengan adanya dukungan dari Bapak Alpizar Candra dan seluruh warga, Masjid Al Arafah semakin maju dalam melayani kebutuhan ibadah dan sosial masyarakat sekitar. Semua pihak berharap bahwa pembangunan fasilitas ini akan membawa berkah dan kemanfaatan yang lebih luas bagi umat Islam di lingkungan RW 10, Jalan Taman Karya Ujung.



Jumat Berkah di Masjid Al-Arafah, Ratusan Nasi Bungkus Habis Dibagikan, Terima Kasih Kepada Seluruh Masyarakat Sekitar Masjid Al-Arafah dan Para Donatur

Pada Jumat, 31 Januari 2025, Masjid Al-Arafah kembali mengadakan program Jumat Berkah, yang kali ini berhasil membagikan ratusan nasi bungkus kepada warga sekitar. Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari upaya masjid untuk berbagi dengan sesama, terutama mereka yang membutuhkan, baik di lingkungan sekitar masjid maupun masyarakat umum yang melintas di area tersebut.

Program Jumat Berkah ini dilaksanakan setiap minggu oleh pengurus Masjid Al-Arafah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu, serta sebagai wadah untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. Setiap Jumat, masjid mempersiapkan makanan untuk dibagikan secara gratis kepada warga, baik yang sedang beribadah di masjid maupun yang sekadar melintas di sekitar area masjid.

Pengurus Masjid Al-Arafah mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat sekitar masjid dan juga para donatur yang telah memberikan kontribusinya untuk kelancaran kegiatan ini. Tanpa dukungan para donatur, kegiatan Jumat Berkah ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik. Masjid Al-Arafah menyampaikan rasa syukur atas partisipasi aktif warga dan donatur dalam membantu sesama, khususnya pada hari yang penuh berkah ini.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang warga yang menerima nasi bungkus, Bapak Amin, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Alhamdulillah, ini sangat membantu. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya program seperti ini, apalagi di hari Jumat yang penuh berkah,” ujarnya

Masjid Al-Arafah berharap kegiatan ini bisa terus berjalan dan semakin banyak lagi warga yang ikut berpartisipasi. Pengurus masjid juga berharap agar program Jumat Berkah dapat menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan terus melibatkan lebih banyak pihak dalam kegiatan sosial yang bermanfaat untuk umat.

Terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan oleh Masjid Al-Arafah kepada seluruh masyarakat sekitar dan para donatur atas kontribusinya. Semoga amal baik ini mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Kegiatan Tadarus Al-Qur'an di Masjid Al-Arafah Ramadhan 2024, Menghidupkan Suasana Ibadah di Bulan Suci

Masjid Al-Arafah kembali menggelar kegiatan tadarus Al-Qur'an yang rutin dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan 2024. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama masjid dalam menyambut dan menghidupkan suasana ibadah di bulan yang penuh berkah, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah umat Islam di lingkungan sekitar.

Tadarus Al-Qur'an di Masjid Al-Arafah dibuka setiap harinya selepas salat Tarawih. Jamaah yang hadir dengan antusias mengikuti kegiatan ini, yang melibatkan berbagai kalangan usia, dari anak-anak hingga orang dewasa. Peserta tadarus dibagi dalam kelompok-kelompok kecil agar lebih efektif dalam membaca dan memaknai ayat-ayat Al-Qur'an secara bersama-sama. Setiap kelompok didampingi oleh seorang ustad atau pembimbing yang memberikan arahan dan bimbingan terkait tafsir dan tata cara membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar.

Menurut pengurus Masjid Al-Arafah, kegiatan tadarus Al-Qur'an ini merupakan upaya untuk memberikan kesempatan kepada seluruh jamaah, baik yang sudah mahir maupun yang masih belajar, untuk lebih mendalami kitab suci Al-Qur'an. Dengan tadarus, diharapkan dapat meningkatkan kecintaan umat terhadap Al-Qur'an dan memperdalam pemahaman tentang ayat-ayat-Nya.

Selain itu, kegiatan tadarus juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antarjamaah. Setiap malamnya, masjid dipenuhi dengan suara merdu bacaan Al-Qur'an yang menggema, menciptakan suasana yang khusyuk dan penuh kedamaian. Momen ini juga menjadi ajang bagi para jamaah untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan terus memperbaiki kualitas ibadah mereka selama Ramadhan.

Masjid Al-Arafah menyediakan fasilitas yang nyaman untuk mendukung kelancaran kegiatan tadarus, mulai dari ruang yang cukup luas, mushaf Al-Qur'an yang mudah dijangkau, hingga tempat duduk yang disediakan bagi para peserta. Tak hanya itu, pengurus masjid juga menyediakan konsumsi ringan bagi jamaah yang mengikuti kegiatan tadarus sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka.

Bagi masyarakat sekitar yang ingin berpartisipasi, tadarus Al-Qur'an di Masjid Al-Arafah terbuka untuk umum. Pengurus masjid sangat menyambut baik kehadiran jamaah baru yang ingin memperdalam ilmu agama, terutama dalam membaca dan memahami Al-Qur'an.

Dengan adanya kegiatan tadarus Al-Qur'an ini, diharapkan para jamaah dapat memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, memperbanyak amal ibadah, dan memperoleh pahala yang berlipat ganda. Masjid Al-Arafah juga berharap agar kegiatan ini dapat terus berlangsung setiap tahunnya, mengajak umat Islam di lingkungan setempat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan rasa ukhuwah islamiyah.